Tubuh Tumbuh : Merentang kinestetik di balik kerapuhan

Fikri Kurniawan, Icha (2026) Tubuh Tumbuh : Merentang kinestetik di balik kerapuhan. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img] Text
Icha Fikri Kurniawan_2026_FULL TEXT.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (8MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
Icha Fikri Kurniawan_2026_BAB I.pdf

Download (917kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Icha Fikri Kurniawan_2026_BABIV.pdf

Download (296kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Icha Fikri Kurniawan_2026_PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI.pdf

Download (209kB) | Preview
[img] Video
watch_si=m-eZuRQQqVIrQBii&v=pNvNmM-GBXw&feature=youtu.be

Download (1MB)
Official URL: https://youtu.be/pNvNmM-GBXw?si=m-eZuRQQqVIrQBii

Abstract

Penciptaan karya tari ini berangkat dari pendekatan otobiografis pengkarya sebagai penari klasik gaya Yogyakarta yang memiliki riwayat patah tulang kaki kanan akibat kecelakaan. Pertemuan pengkarya dengan tari tradisi pada awalnya terjadi secara tidak sengaja sebagai bagian dari proses pemulihan fisik pascatrauma. Namun, keterlibatan yang berkelanjutan dalam praktik tradisi menciptakan dialektika tubuh dan batin yang kompleks, khususnya pada kaki kanan yang pernah mengalami cidera. Pengalaman tersebut kemudian disadari dan dimaknai kembali sebagai proses adaptasi, negosiasi, dan evolusi tubuh dalam menghadapi keterbatasan biologisnya. Dari proses tersebut lahir pemahaman bahwa keterbatasan fisik dapat menjadi sumber pengetahuan artistik yang membentuk tubuh untuk terus tumbuh dan mencipta. Penciptaan karya tari ini menggunakan metode Creating Through Dance yang dikembangkan oleh Alma M. Hawkins, meliputi tahapan eksplorasi, improvisasi, komposisi, dan evaluasi yang dilakukan melalui proses trial and error. Karya tari ini menempatkan konsep ”tubuh rapuh” sebagai medium ekspresi artistik sekaligus ruang refleksi atas pengalaman pascatrauma. Dalam konteks tersebut, rasa sakit, keterbatasan, dan kegagalan tidak dipahami sebagai akhir dari kemampuan tubuh untuk bergerak, melainkan sebagai bagian dari laku tubuh dalam menemukan kemungkinan-kemungkinan yang lebih luas. Melalui pengalaman pascatrauma, konsep ’kerapuhan’ menawarkan prespektif alternatif terhadap estetika tari yang tidak lagi berpusat pada kesempurnaan. Sebaliknya, estetika dibangun dari kesadaran atas keberlanjutan gerak yang tumbuh melalui tubuh yang ”rapuh”. Pertunjukan ini menyajikan ‘kerapuhan’ sebagai sumber pengetahuan artistik yang menuntun tubuh untuk kembali pada esensinya sebagai makhluk yang tidak sempurna, namun senantiasa berproses, beradaptasi, dan berevolusi. Melalui karya ini, penonton diajak merefleksikan tubuh sebagai entitas yang terus bertumbuh dan bertransformasi. Karya ini sekaligus menjadi upaya membuka wacana inklusivitas serta mendorong pengembangan paradigma inklusif dalam praktik dan penciptaan tari.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Creators:
CreatorsNIM/NIP/NIDN/NIDK/NUPTK
Fikri Kurniawan, Ichanim2212030011
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK/NUPTK/NIM/NIP
ContributorSetyastuti, Setyastutinidn0017106405
ContributorAji, Yosef Adityantonidn0003058207
Department: KODEPRODI91231#TARI
Uncontrolled Keywords: Pascatrauma, pengetahuan artistik, tubuh tumbuh, inklusivitas
Subjects: Tari > Penciptaan Tari
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Penciptaan)
Depositing User: Icha Fikri Kurniawan
Date Deposited: 22 Jun 2026 01:12
Last Modified: 22 Jun 2026 01:12
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/23653

Actions (login required)

View Item View Item