Insan Manaf, Naufal (2026) Memperkuat Ketegangan Emosional Pada Tokoh Utama Melalui Penerapan Kamera Handheld Dalam Sinematografi Film Fiksi “Separasi”. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Naufal Insan Manaf 2026_FULL_TEKS.pdf Restricted to Repository staff only Download (11MB) | Request a copy |
||
|
Text
Naufal Insan Manaf 2026_BAB 1.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
Naufal Insan Manaf 2026_BAB 5.pdf Download (700kB) | Preview |
|
|
Text
Naufal Insan Manaf_2020_PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI.pdf Restricted to Repository staff only Download (132kB) | Request a copy |
||
|
Video
NAUFAL INSAN MANAF_2026_TRAILER SEPARASI.mp4 Restricted to Repository staff only Download (49MB) | Request a copy |
Abstract
Penciptaan film pendek fiksi Separasi dilatarbelakangi oleh isu perselingkuhan dalam rumah tangga yang membawa dampak buruk dan trauma mendalam bagi individu. Berangkat dari hal tersebut, karya ini bertujuan mengeksplorasi penggunaan teknik sinematografi, khususnya pergerakan kamera handheld, sebagai instrumen visual untuk memperkuat ketegangan emosional pada tokoh utama, Ranti. Metode perwujudan karya dilakukan dengan memfokuskan objek penciptaan pada dinamika konflik batin tokoh utama yang bergerak secara terstruktur dari fase kecurigaan awal sebagai manifestasi emosi ketakutan (fear), eskalasi kecemburuan dan paranoia yang berkembang menuju kemarahan (anger), hingga mencapai titik depresi sebagai puncak emosi kesedihan (sadness). Mengacu pada klasifikasi tiga emosi dasar, dinamika pergerakan kamera handheld dirancang berdasarkan tingkat energi kinetis yang berkorespondensi langsung dengan kurva psikologis tokoh. Konsep estetik yang diterapkan meliputi pembingkaian ruang yang asimetris (negative space), shot size Medium Close Up dan Close Up, serta tata cahaya low key guna memaksimalkan representasi ruang psikologis karakter yang tertekan. Hasil penciptaan ini membuktikan bahwa pergerakan kamera handheld tidak sekadar berfungsi sebagai pilihan gaya estetis, melainkan bertransformasi menjadi perangkat naratif yang sangat krusial. Pergerakan kamera berhasil berevolusi mengikuti eskalasi emosi tokoh, dimulai dari ayunan halus pada fase kecurigaan, getaran agresif patah-patah pada puncak konflik, hingga ayunan lambat yang merepresentasikan kelelahan mental pada fase depresi. Sinergi elemen sinematik ini secara efektif mampu menerjemahkan kehancuran mental tokoh utama secara visual sekaligus mempertegas atmosfer ketegangan psikologis yang intens di sepanjang penceritaan film.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91261#TELEVISI DAN FILM | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Film Fiksi, Sinematografi, Handheld Camera, Ketegangan Emosional, | |||||||||
| Subjects: | Audio Visual Televisi > Televisi |
|||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Media Rekam > Jurusan Televisi > Program Studi S1 Televisi | |||||||||
| Depositing User: | Naufal Insan Manaf | |||||||||
| Date Deposited: | 22 Jun 2026 03:20 | |||||||||
| Last Modified: | 22 Jun 2026 07:17 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/23759 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
