Apriono, Adi (2026) "Luber" Pengalaman Pribadi Sebagai Dasar Penataan Gending Banyumasan. Skripsi thesis, ISI Yogyakarta.
|
Text
ADI APRIONO_2026_FULL TEXT.pdf Download (2MB) | Preview |
|
|
Text
ADI APRIONO_2026_BAB I.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
ADI APRIONO_2026_BAB V.pdf Download (492kB) | Preview |
|
|
Video
ADI APRIONO_2026_KARYA.mp4 Restricted to Repository staff only Download (42MB) | Request a copy |
||
|
Text
ADI APRIONO_2026_PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI.pdf Restricted to Repository staff only Download (879kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengalaman personal penulis yang mengalami dinamika dalam menjalani hubungan asmara dengan kekasih. Pengalaman ini selanjutnya diwujudkan dalam bentuk karya seni karawitan Banyumas dengan judul “Luber”. Luber singkatan dari Lumaku Bebarengan (berjalan bersama), sebuah pemaknaan mengenai proses menjalani kehidupan secara sadar, selaras, dan berkesinambungan. Tantangan utama dalam penelitian ini adalah mengolah gending-gending Banyumasan yang identik dengan karakter gecul (lucu/ramai) agar mampu menggambarkan dinamika emosional yang beragam, termasuk suasana sedih. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menerapkan konsep Lumaku Bebarengan dalam penyajian karawitan yang mengkaji proses pemilihan dan penataan gendhing-gendhing Banyumasan untuk merepresentasikan alur cerita pengalaman personal penulis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis dan autoetnografi. Pengumpulan data dilakukan melalui tinjauan pustaka, wawancara, dan studi diskografi. Analisis data menggunakan teori garap oleh Supanggah yang mencakup enam aspek: materi, penggarap, sarana, prabot, penentu, dan pertimbangan garap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman pribadi dapat ditransformasikan ke dalam struktur musikal karawitan melalui pengolahan pathet, irama, vokal, dan garap instrumen. Penataan gending dilakukan dengan memilih materi yang memiliki makna cakepan (lirik) dan rasa yang sesuai dengan alur pertemuan, pertumbuhan rasa, hingga konflik. Instrumen kendhang memainkan peran sentral sebagai pamurba irama sekaligus pengatur dinamika suasana. Kesimpulannya, konsep Lumaku Bebarengan berhasil menjadi kerangka konseptual yang menyatukan pengalaman hidup dengan praktik musikal calung Banyumasan. Penelitian ini membuktikan bahwa karawitan Banyumasan memiliki fleksibilitas garap untuk menyampaikan berbagai suasana emosional di luar karakter dasarnya yang ramai. Kata Kunci: lumaku, bebarengan, Banyumasan, Calung, garap gending.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Department: | KODEPRODI91211#SENIKARAWITAN | ||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | lumaku, bebarengan, Banyumasan, Calung, garap gending. | ||||||||||||
| Subjects: | Karawitan | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Karawitan | ||||||||||||
| Depositing User: | Adi Apriono | ||||||||||||
| Date Deposited: | 22 Jun 2026 04:45 | ||||||||||||
| Last Modified: | 22 Jun 2026 04:45 | ||||||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/23837 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
