Nur Rozak, Miftakhul (2026) Praktik Tradisional Pembuatan Bansi Minangkabau dalam Perspektif Organologi dan Akustika Musik. Skripsi thesis, ISI Yogyakarta.
This is the latest version of this item.
|
Text
MIFTAKHUL NUR ROZAK_2026_ FULL TEXT.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
||
|
Text
MIFTAKHUL NUR ROZAK_2026_BAB I.pdf Download (829kB) | Preview |
|
|
Text
MIFTAKHUL NUR ROZAK_2026_BAB V.pdf Download (474kB) |
||
|
Text
MIFTAKHUL NUR ROZAK_2026_PERNYATAAN-PERSETUJUAN-PUBLIKASI.pdf Restricted to Repository staff only Download (230kB) |
Abstract
Bansi merupakan alat musik tiup tradisional Minangkabau yang pengetahuan pembuatannya diwariskan secara turun-temurun melalui praktik empiris para pengrajin. Meskipun berbagai penelitian telah membahas aspek sejarah, fungsi budaya, dan organologi Bansi, kajian mengenai hubungan antara praktik pembuatan instrumen dan fenomena akustik yang menyertainya masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik organologi Bansi Minangkabau, mengidentifikasi praktik tradisional pembuatan dan penyetelannya, menjelaskan karakteristik akustiknya berdasarkan hasil pengukuran, serta memahami logika praktik pembuatan Bansi melalui perspektif akustika musik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi organologis, pengukuran instrumen, wawancara mendalam dengan pengrajin dan pelaku musik Bansi, serta studi literatur. Analisis data dilakukan secara interpretatif menggunakan teori akustika instrumen tiup Fletcher dan Rossing (1991) serta klasifikasi organologi Hornbostel dan Sachs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bansi merupakan aerofon jenis duct flute yang memiliki duct menyempit secara gradual, sistem delapan lubang nada, dan lubang pembuangan akhir yang tidak sepenuhnya terbuka. Praktik tradisional pembuatan Bansi memperlihatkan adanya keputusan empiris yang sejalan dengan prinsip-prinsip akustika musik, seperti pengaturan bentuk duct untuk menstabilkan osilasi jet udara, penyesuaian posisi lubang nada untuk mengompensasi interaksi antar tone-hole, serta penggunaan lubang pembuangan akhir untuk mengendalikan frekuensi resonansi instrumen. Hasil pengukuran juga menunjukkan bahwa perilaku resonansi Bansi tidak sepenuhnya dapat dijelaskan melalui model resonator terbuka-terbuka maupun tertutup-terbuka ideal. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik tradisional pengrajin Bansi mengandung pengetahuan akustik empiris yang berkembang melalui pengalaman dan transmisi budaya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91221#SENI MUSIK | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Bansi Minangkabau, organologi, akustika musik | |||||||||
| Subjects: | Seni Musik | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Musik | |||||||||
| Depositing User: | Miftakhul Nur Rozak | |||||||||
| Date Deposited: | 22 Jun 2026 07:32 | |||||||||
| Last Modified: | 22 Jun 2026 07:32 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/23865 |
Available Versions of this Item
- Praktik Tradisional Pembuatan Bansi Minangkabau dalam Perspektif Organologi dan Akustika Musik. (deposited 22 Jun 2026 07:32) [Currently Displayed]
Actions (login required)
![]() |
View Item |
