Putri Permatasari, Amelia (2026) Persepsi Masyarakat Terhadap Penampilan Sexy Dance Di Kota Yogyakarta. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Amelia Putri Permatasari_2026_FULL TEKS.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
||
|
Text
Amelia Putri Permatasari_2026_BAB 1.pdf Download (812kB) | Preview |
|
|
Text
Amelia Putri Permatasari_2026_BAB PENUTUP.pdf Download (326kB) | Preview |
|
|
Text
Amelia Putri Permatasari_2026_PERNYATAAN PERSETUJUAN_PUBLIKASI.pdf Restricted to Repository staff only Download (197kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap penampilan sexy dance di Kota Yogyakarta serta mengkaji bentuk tindakan sosial yang muncul berdasarkan teori tindakan sosial Max Weber. Fenomena sexy dance sebagai bagian dari hiburan modern menimbulkan beragam respons masyarakat, mulai dari penerimaan sebagai bentuk ekspresi seni dan hiburan hingga penolakan karena dianggap bertentangan dengan norma sosial, budaya, dan moral yang berlaku. Permasalahan dalam penelitian ini berfokus pada bagaimana masyarakat memaknai penampilan sexy dance. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. pelaku hiburan malam, serta pengunjung tempat hiburan di Kota Yogyakarta. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Teori tindakan sosial Max Weber digunakan untuk memahami motif tindakan individu dalam merespon fenomena sexy dance. Weber membagi tindakan sosial ke dalam empat tipe, yaitu tindakan rasional instrumental, tindakan rasional berorientasi nilai, tindakan afektif, dan tindakan tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap penampilan sexy dance terbagi menjadi dua kelompok utama. Pada kelompok pertama memandang sexy dance sebagai hiburan modern yang memiliki nilai ekonomi dan menjadi bagian dari perkembangan industri hiburan. Persepsi ini didominasi oleh tindakan rasional instrumental karena masyarakat mempertimbangkan aspek keuntungan ekonomi dan kebutuhan hiburan. Kelompok kedua memandang sexy dance sebagai bentuk pertunjukan yang tidak sesuai dengan norma budaya dan agama masyarakat Yogyakarta. Persepsi ini dipengaruhi oleh tindakan rasional berorientasi nilai dan tindakan tradisional yang berlandaskan nilai moral dan budaya. Selain itu, tindakan afektif juga muncul melalui respons emosional masyarakat berupa rasa tidak nyaman dan ketertarikan terhadap penampilan tersebut.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91231#SENITARI | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: persepsi, masyarakat, hiburan, tindakan, budaya. | |||||||||
| Subjects: | Tari > Pengkajian Tari | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Pengkajian) | |||||||||
| Depositing User: | Amelia Putri Permatasari | |||||||||
| Date Deposited: | 23 Jun 2026 01:15 | |||||||||
| Last Modified: | 23 Jun 2026 01:15 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24052 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
