Elfanti, Putri (2026) Analisis Pertunjukan Tradisi Putri Dayang Rindu Produksi Sanggar Metanika di Sumatera Selatan:Kajian Semiotika. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
PUTRIELFANTI_2026_FULL TEXT.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
||
|
Text
PUTRIELFANTI_2026_BAB I.pdf Download (917kB) | Preview |
|
|
Text
PUTRI ELFANTI_2026_PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
||
|
Text
PUTRI ELFANTI_2026_BAB IV..pdf Download (346kB) |
||
|
Text
PUTRI ELFANTI_2026_LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (522kB) | Request a copy |
Abstract
Pertunjukan tradisi Putri Dayang Rindu produksi Sanggar Metanika merupakan karya teater yang mengadaptasi legenda rakyat Muara Enim, Sumatera Selatan, ke dalam bentuk pertunjukan yang memadukan unsur teater, tari, musik, dan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dan tekstur pertunjukan serta mengkaji makna tanda-tanda verbal dan nonverbal yang terdapat dalam pertunjukan Putri Dayang Rindu. Penelitian ini dilandasi oleh teori struktur dan tekstur George R. Kernodle, teori semiotika Roland Barthes pada tataran denotasi dan konotasi, serta menggunakan tiga belas segmentasi sistem tanda Tadeusz Kowzan sebagai alat identifikasi tanda dalam pertunjukan. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menjelaskan struktur, tekstur, dan makna tanda yang terdapat dalam pertunjukan Putri Dayang Rindu produksi Sanggar Metanika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertunjukan Putri Dayang Rindu dibangun melalui struktur dramatik yang terdiri atas tema, plot, dan penokohan yang mengangkat nilai-nilai kehormatan, cinta, pengorbanan, kekuasaan, dan relasi sosial masyarakat tradisional. Tekstur pertunjukan diwujudkan melalui dialog, suasana, musik, tata rias, tata busana, properti, serta setting panggung yang memperkuat pengalaman dramatik penonton. Analisis semiotika menunjukkan bahwa berbagai tanda dalam pertunjukan merepresentasikan identitas budaya masyarakat Muara Enim dan Sumatera Selatan. Bokor dimaknai sebagai simbol kehormatan dan identitas keluarga, perahu sebagai representasi budaya sungai, kostum songket sebagai simbol tradisi dan status sosial, serta penggunaan bahasa Melayu Lematang sebagai bentuk pelestarian identitas budaya lokal. Melalui pendekatan semiotika, pertunjukan Putri Dayang Rindu tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai sarana pelestarian serta representasi nilai-nilai budaya masyarakat Sumatera Selatan melalui sistem tanda yang hadir dalam pertunjukan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91251#TEATER | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Semiotika, Pertunjukan Tradisi, Putri Dayang Rindu, Sanggar Metanika. | |||||||||
| Subjects: | Teater > Pengkajian seni teater (dramaturgi) | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Teater | |||||||||
| Depositing User: | Putri Elfanti | |||||||||
| Date Deposited: | 23 Jun 2026 01:19 | |||||||||
| Last Modified: | 23 Jun 2026 01:35 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24061 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
