Arjan, Virten (2026) Penerapan Polar Opposite dalam Penceritaan untuk Membangun Konflik pada Animasi Pilot "Mada dan Aksa". Diploma thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Virten Arjan_2026_FULL TEKS.pdf Restricted to Repository staff only Download (26MB) | Request a copy |
|
|
Text
Virten Arjan_2026_BAB I.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
Virten Arjan_2026_BAB V.pdf Download (915kB) |
|
|
Video
Virten Arjan_2026_KARYA.mp4 Restricted to Repository staff only Download (31MB) | Request a copy |
|
|
Text
Virten Arjan_2026_PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI.pdf Restricted to Repository staff only Download (165kB) | Request a copy |
Abstract
Dalam pembuatan cerita, dibutuhkan suatu konflik. Dikarenakan konflik merupakan penggerak utama sebuah cerita. Animasi menjadi salah satu media audio visual dalam menyampaikan sebuah cerita. Cerita tersebut salah satunya disajikan dalam bentuk serial berepisode yang populer di berbagai platform. Proses perancangan dan penulisan cerita panjang berbabak ataupun serial tak luput dari suatu kendala. Salah satunya yang kerap terjadi ialah minimnya atau ketidakmampuannya mengembangkan suatu konflik di tengah konflik utama. Penulis cerita pada dasar harus memahami fundamental dalam menciptakan konflik dan plot cerita. Ditambah di mana dalam membuat sebuah serial untuk mengisi cerita di sepanjang episodenya perlu adanya konflik lain atau konflik minor. Hal ini guna menciptakan suatu tanjakan dan memperkaya isi cerita atau dengan kata lain cerita menjadi memiliki konflik yang berlapis. Hal ini juga dapat membuat penonton ikut merasakan proses perkembangan karakter serta eksplorasi cerita yang tidak hanya fokus pada satu konflik saja. Pada rancangan awalnya, cerita “Mada dan Aksa” untuk sebuah animasi pendek. Namun dikarenakan suatu pertimbangan dan dari segi potensinya, dikembangkanlah menjadi sebuah cerita serial. Konflik utama tetap mengikuti rancangan awal. Hingga sebuah kendala ditemukan, yaitu minimnya konflik pada episodenya disamping konflik utama. Maka dari itu dibutuhkan suatu solusi, yakni dengan mengaplikasi konsep bernama polar opposite yang dirasa dapat mengatasinya. Dalam penelitian ini dilakukan penerapan dari beberapa jenis konflik dan penerapan polar opposite dalam sebuah animasi pilot. Dengan bermetodekan proses berpikir kreatif milik Graham Wallace, penelitian ini membandingkan efektivitas antara sebuah scene yang menggunakan polar opposite dengan scene tanpa polar opposite. Yang mana dari kedua perbandingan tersebut menunjukkan hasil signifikan terutama dari perkembangan konflik, intensitas konflik, serta mempengaruhi durasi yang dimiliki animasi pilot tersebut.
| Item Type: | Thesis (Diploma) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Department: | KODEPRODI90345#ANIMASI | ||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Polar Opposite, Konflik , Plot, Pilot Serial | ||||||||||||
| Subjects: | Televisi > Animasi | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Media Rekam > Jurusan Televisi > Program Studi D3/D4 Animasi | ||||||||||||
| Depositing User: | Virten Arjan | ||||||||||||
| Date Deposited: | 23 Jun 2026 03:54 | ||||||||||||
| Last Modified: | 23 Jun 2026 03:54 | ||||||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24162 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
