Azmi, Nurul (2026) Kelisanan dan Keaksaraan dalam Marhaban Melayu Deli: Transformasi Makna dari Teks ke Praktik Ritual. Masters thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Nurul Azmi_2026_BAB V.pdf Download (264kB) |
|
|
Text
Nurul Azmi_2026_Full Text (1).pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
|
|
Text
Nurul Azmi_2026_BAB I.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Nurul Azmi_2026_BAB V.pdf Download (258kB) |
|
|
Text
Nurul Azmi_2026_Pernyataan Persetujuan Publikasi.pdf Download (296kB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji fenomena transformasi makna dalam praktik marhaban pada upacara pernikahan masyarakat Melayu Deli di Kota Medan. Secara tekstual, syair-syair marhaban yang bersumber dari kitab Al-Barzanji berisi narasi tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW, namun masyarakat Melayu Deli meyakini dan memfungsikan marhaban sebagai media doa untuk kedua pengantin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana proses transformasi makna tersebut terjadi dari dimensi keaksaraan ke dimensi kelisanan, serta bagaimana aspek performatif dan kuasa kelisanan melegitimasi fungsi marhaban sebagai media doa pernikahan terlepas dari makna denotatif teksnya. Penelitian ini menggunakan dua kerangka teori utama yang saling melengkapi. Pertama, teori kelisanan dan keaksaraan Walter J. Ong yang membedakan dua logika berbeda dalam pembentukan makna: logika keaksaraan yang berpijak pada makna denotatif teks, dan logika kelisanan yang berlandaskan pada kuasa suara dan transmisi sosial. Kedua, teori performance studies Richard Schechner, khususnya konsep restored behavior dan efficacious performance, yang digunakan untuk menganalisis bagaimana pengulangan tindakan ritual menciptakan legitimasi makna terlepas dari pemahaman tekstual. Penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif pada tiga upacara pernikahan, wawancara semi-terstruktur dengan enam informan yang terdiri dari pelantun senior, pelantun junior, dan masyarakat, serta dokumentasi audio-visual menggunakan perangkat smartphone. Analisis data dilakukan secara reflektif dan interpretatif dengan mengintegrasikan data lapangan dan kerangka teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi makna marhaban terjadi bukan karena kegagalan literasi, melainkan melalui mekanisme kelisanan yang bekerja secara kumulatif: transmisi pengetahuan yang tidak pernah melewati jalur pemahaman tekstual, asosiasi kontekstual yang terbentuk dari pengulangan dalam momen ritual yang sama, posisi marhaban di momen liminal tepung tawar, serta elemen-elemen musikal yang bekerja secara berlapis untuk menciptakan kondisi sakral. Marhaban adalah contoh konkret bagaimana musik vokal Islam Nusantara berfungsi bukan semata sebagai medium tekstual, melainkan sebagai teknologi budaya yang memproduksi makna, identitas, dan kohesi sosial masyarakat Melayu Deli.
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Department: | KODEPRODI87201#S2-SENI | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | marhaban, kelisanan, keaksaraan, performance, melayu deli | ||||||
| Subjects: | Penciptaan dan pengkajian seni | ||||||
| Divisions: | Pascasarjana > S2 Studi Penciptaan dan pengkajian seni | ||||||
| Depositing User: | Nurul Azmi | ||||||
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 04:02 | ||||||
| Last Modified: | 24 Jun 2026 04:08 | ||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24325 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
