Ahmad Fauzi, Riski (2026) Burung Hantu Tyto Alba (Serak Jawa) Sebagai Ide Penciptaan Karya Keramik. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
RISKI AHMAD FAUZI_2026_FULL TEKS.pdf Restricted to Repository staff only Download (8MB) | Request a copy |
|
|
Text
RISKI AHMAD FAUZI_2026_BAB I.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
RISKI AHMAD FAUZI_2026_BAB PENUTUP.pdf Download (549kB) |
|
|
Text
RISKI AHMAD FAUZI_2026_PERNYATAAN PERSETUJUAN-PUBLIKASI.pdf Restricted to Repository staff only Download (91kB) | Request a copy |
Abstract
Penciptaan karya keramik yang berjudul “Burung Hantu Tyto Alba (Serak Jawa) sebagai ide Penciptaan Karya Keramik” berangkat dari keresahan penulis terhadap perjuangan petani dalam membasmi hama tikus. Burung hantu jenis ini merupakan jenis burung hantu spesialis pemangsa tikus. Burung hantu Tyto Alba (Serak Jawa) memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan burung hantu lainnya. Ciri-ciri yang paling menonjol adalah memiliki bentuk wajah yang unik menyerupai bentuk jantung dan memiliki warna bulu yang dominan putih. Burung hantu Tyto Alba (Serak Jawa) memiliki makna tersendiri bagi kehidupan petani. Penulis mencoba menuangkan makna burung hantu Tyto Alba (Serak Jawa) ke dalam bentuk karya keramik sebagai media ekspresi visual. Proses penciptaan karya keramik ini menggunakan teori Estetika menurut Dharsono (2004:148) yaitu ada tiga unsur yang paling utama dalam membuat karya seni yang baik dan benar dari benda-benda estetis pada umumnya antara lain unity (kesatuan), complexity (kerumitan), dan intensity (kesungguhan). Teori ini cukup relevan untuk digunakan dalam proses pembentukan karya burung hantu Tyto Alba (Serak Jawa) ke dalam karya keramik. Penulis menggunakan Metode Penciptaan menurut S.P Gustami tentang tiga tahapan penciptaan karya yaitu Eksplorasi. Perancangan, dan Perwujudan. Karya yang berjudul “Burung Hantu Tyto Alba (Serak Jawa) sebagai ide Penciptaan Karya Keramik” menghasilkan lima karya keramik yang berhasil. Penulis membuat karya Tugas Akhir sejumlah 10 karya, namun terdapat lima karya yang gagal. Kelima karya yang gagal ini meledak ketika dibakar biscuit. Faktor penyebab kelima karya meledak karena dinding karya terlalu tebal dan lubang udara pada karya terlalu kecil. Kelima karya yang berhasil memiliki ukuran yang berbeda dengan ukuran burung hantu Tyto Alba (Serak Jawa) yang asli. Selain itu juga memiliki makna yang berbeda-beda tetapi dengan pesan yang sama yaitu agar masyarakat dapat melestarikan hewan yang terancam kepunahan akibat ekploitasi manusia. Cara melestarikannya adalah dengan menjadikan burung hantu Tyto Alba (Serak Jawa) sebagai sahabat petani untuk mengendalikan hama tikus. Kata Kunci: Tyto Alba (Serak Jawa), Hama Tikus, Keramik.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI90211#KRIYA | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Tyto Alba (Serak Jawa), Hama Tikus, Keramik. | |||||||||
| Subjects: | Kriya > Kriya Keramik | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Rupa > Jurusan Kriya > Kriya Keramik | |||||||||
| Depositing User: | Riski Ahmad Fauzi | |||||||||
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 07:02 | |||||||||
| Last Modified: | 24 Jun 2026 07:02 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24348 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
