Putriyana, Ayu (2026) Rekonstruksi Gandut: Interpretasi Gerak Kuntau Dalam Karya Sangu Pagandut. Masters thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Ayu Putriyana_2026_FULL TEKS.pdf.pdf Restricted to Repository staff only Download (19MB) | Request a copy |
|
|
Text
Ayu Putriyana_2026_BAB I.pdf.pdf Download (5MB) |
|
|
Text
Ayu Putriyana_2026_BAB PENUTUP.pdf.pdf Download (523kB) |
|
|
Text
Ayu Putriyana_2026_LAMPIRAN.pdf.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text
final_FORM-PERNYATAAN-PERSETUJUAN-PUBLIKASI-rev2026docx.pdf Restricted to Repository staff only Download (529kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh mulai berkurangnya unsur Kuntau dalam perkembangan kesenian Gandut, padahal Kuntau merupakan bagian penting dari identitas pagandut. Dalam tradisi Gandut, seorang pagandut tidak hanya dituntut memiliki kemampuan menari dan bernyanyi, tetapi juga keterampilan bela diri sebagai bekal pertunjukan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses rekonstruksi Gandut melalui interpretasi gerak Kuntau, mengidentifikasi gerakgerak Kuntau yang diterapkan dalam karya Sangu Pagandut, serta mendeskripsikan bentuk penyajiannya. Penelitian menggunakan teori rekonstruksi Sri Rochana Widyastutieningrum, etnokoreologi, dan interaksi simbolik George Herbert Mead. Metode penelitian menggunakan etnografi dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun metode penciptaan karya menggunakan konsep Alma M. Hawkins yang meliputi tahap eksplorasi, improvisasi, dan komposisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi Gandut dilakukan melalui penggalian sejarah Gandut, praktik Kuntau, serta implementasi unsur Kuntau dalam Dindang Marajut yang kemudian ditafsir ulang ke dalam karya Sangu Pagandut. Gerak Kuntau yang diinterpretasikan meliputi Pecah Muka, Basilang, Juhung, Pecah Habis, Boksai, Tembak Kanan, Tapis, Sauh, Bongkar Kanan, Kacakan, Sempa, serta Langkah Singkir Kiri dan Kanan. Bentuk penyajian karya disusun dalam lima bagian pertunjukan yang menegaskan bahwa pagandut tidak hanya memiliki keluwesan gerak, tetapi juga kekuatan dan kemampuan melindungi diri sebagai identitas budaya Banjar.
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Department: | KODEPRODI91101#MAGISTERPENCIPTAANDANPENGKAJIAN SENI | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Rekonstruksi, Gandut, Silat Kuntau | ||||||
| Subjects: | Tari > Penciptaan Tari Penciptaan dan pengkajian seni |
||||||
| Divisions: | Pascasarjana > S2 Studi Penciptaan dan pengkajian seni | ||||||
| Depositing User: | Ayu Putriyana | ||||||
| Date Deposited: | 25 Jun 2026 02:18 | ||||||
| Last Modified: | 25 Jun 2026 03:05 | ||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24380 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
