Penciptaan Teater Immersive Berdasarkan Konsep Diri Sarapataanguna Buton sebagai Upaya Rekonsiliasi Konflik Horizontal

Latief, Chendy Ariswan (2026) Penciptaan Teater Immersive Berdasarkan Konsep Diri Sarapataanguna Buton sebagai Upaya Rekonsiliasi Konflik Horizontal. Masters thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img] Text
CHENDY ARISWAN LATIEF_2026_FULL TEKS.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy
[img] Text
CHENDY ARISWAN LATIEF_2026_BAB 1.pdf

Download (654kB)
[img] Text
CHENDY ARISWAN LATIEF_2026_BAB PENUTUP.pdf

Download (280kB)
[img] Video
CHENDY ARISWAN LATIEF_2026_LAMPIRAN.mp4
Restricted to Repository staff only

Download (171MB) | Request a copy
[img] Text
CHENDY ARISWAN LATIEF_2026_PERNYATAAN PERSETUJUAN-PUBLIKASI.pdf

Download (220kB)
[img] Video
watch_si=YSmUiqjgrDUYNprd&v=3cKIOT56JIg&feature=youtu.be

Download (971kB)
Official URL: https://youtu.be/3cKIOT56JIg?si=xtPdvP-MTlq7Gw6q

Abstract

Penciptaan karya seni ini dilatarbelakangi oleh fenomena konflik horizontal di Kota Baubau yang mencederai kohesivitas sosial masyarakat. Falsafah Sarapataanguna (Pomae-maeka, Pomaa-maasiaka, Popiapiara, Poangka-angkataka) yang semestinya menjadi pedoman etik dan resolusi konflik, kini cenderung hanya dipahami sebagai teks verbal yang berjarak dari realitas tubuh generasi muda. Penciptaan ini bertujuan untuk merevitalisasi nilai-nilai tersebut melalui medium teater immersive sebagai upaya rekonsiliasi kultural. Metode penciptaan yang digunakan adalah Practice-as-Research (PaR) dengan pendekatan kolaboratif berbasis Latalombo Urban Lab. Proses penciptaan meliputi riset arsip dan sejarah lisan, residensi artistik bersama komunitas warga, serta eksplorasi site-specific. Landasan estetik karya mengacu pada teater post-dramatik dan semangat postmodernisme yang mendekonstruksi narasi besar menjadi narasi-narasi kecil warga (micro-narratives). Hasil dari penciptaan ini adalah sebuah pertunjukan teater immersive berjudul "Petuah Sarapataanguna Butuni". Karya ini berwujud teater berjalan (mobile theatre) yang menggunakan bus sebagai auditorium bergerak, menelusuri sembilan situs memori di Kota Baubau, mulai dari Museum Warga Loji, Pasar Wameo, hingga Sumur Umum Kanakea. Pertunjukan ini meniadakan jarak antara penonton dan pemain melalui strategi partisipatoris, stimulasi multisensorik, dan task-based performance. Kesimpulan dari penciptaan ini menunjukkan bahwa teater immersive mampu mentransformasi nilai Sarapataanguna dari sekadar pengetahuan kognitif menjadi pengalaman tubuh (embodied experience). Melalui perjumpaan langsung, aktivitas makan bersama, dan interaksi di ruang publik, karya ini berhasil mereklamasi ruang-ruang traumatis menjadi ruang perjumpaan yang setara, sekaligus menawarkan model alternatif resolusi konflik berbasis pendekatan budaya.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsNIM/NIP/NIDN/NIDK/NUPTK
Latief, Chendy Ariswannim2321483411
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK/NUPTK/NIM/NIP
UNSPECIFIEDJunaidi, Junaidinidn0002106207
UNSPECIFIEDIswantara, Nurnidn0019066403
Department: KODEPRODI91101#SENI
Uncontrolled Keywords: Teater Immersive, Sarapataanguna, Rekonsiliasi, Site-Specific, Konflik Horizontal.
Subjects: Teater > Penciptaan (penyutradaraan, penataan artistik, penulisan naskah,pemeranan)
Teater > Pengkajian seni teater (dramaturgi)
Penciptaan dan pengkajian seni
Divisions: Pascasarjana > S2 Studi Penciptaan dan pengkajian seni
Depositing User: Chendy Ariswan Latief
Date Deposited: 25 Jun 2026 06:17
Last Modified: 25 Jun 2026 06:17
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24449

Actions (login required)

View Item View Item