Eksplorasi Liminalitas Memori Kehilangan Dalam Seni Lukis Melalui Prinsip Gestalt Closure

Prastyo, Gumilang Budi (2026) Eksplorasi Liminalitas Memori Kehilangan Dalam Seni Lukis Melalui Prinsip Gestalt Closure. Masters thesis, Institusi Seni Indonesia Yogyakarta.

[img] Text
GUMILANG BUDI PRASTYO_2026_FULL TEKS.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy
[img] Text
GUMILANG BUDI PRASTYO_2026_BAB 1.pdf

Download (4MB)
[img] Text
GUMILANG BUDI PRASTYO_2026_BAB PENUTUP.pdf

Download (158kB)
[img] Text
GUMILANG BUDI PRASTYO_2026_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
GUMILANG BUDI PRASTYO_2026_PERNYATAAN PERSETUJUAN-PUBLIKASI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berangkat dari pengalaman kehilangan kakek yang terus bekerja melalui memori, benda, ruang, dan kebiasaan sehari-hari. Dalam praktik seni lukis, pengalaman liminal semacam ini umumnya direpresentasikan secara simbolik, bukan dihadirkan sebagai pengalaman perseptual. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengoperasikan prinsip Gestalt Closure sebagai strategi visual untuk menghadirkan liminalitas memori kehilangan sebagai sensasi hadir-absen dalam seni lukis. Penelitian menggunakan pendekatan Practice-Led Research (PLR), yang menempatkan praktik seni sebagai metode sekaligus sumber utama produksi pengetahuan. Proses penelitian dilakukan melalui penciptaan empat karya lukis yang menguji strategi visual berbeda, yaitu dark to light, transparansi, kesamaan tonal (similarity), dan overexposure. Data penelitian diperoleh dari karya seni, jurnal harian penciptaan, serta dokumentasi visual proses berkarya, kemudian dianalisis menggunakan kerangka refleksi Donald Schön yang meliputi reflection for action, reflection in action, dan reflection on action. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip Gestalt Closure efektif dioperasikan sebagai strategi visual untuk menghadirkan liminalitas melalui kondisi hadir dan absen, yaitu ketika bentuk sengaja dibiarkan tidak lengkap sehingga persepsi terdorong untuk melengkapi bagian yang hilang. Liminalitas dalam karya tidak hanya hadir melalui representasi langsung objek, melainkan melalui ketegangan visual antara kehadiran dan ketidakhadiran. Penelitian ini juga menghasilkan temuan bahwa praktik melukis sendiri merupakan ruang liminalitas yang berlangsung pada tingkat tubuh, material, dan mode kerja. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman kehilangan dalam seni lukis lahir dari hubungan dinamis antara mekanisme perseptual, materialitas medium, tubuh pelukis, dan muatan memori yang melekat pada objek. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan praktik artistic research dengan menunjukkan bahwa Gestalt Closure dapat digunakan sebagai strategi artistik untuk mewujudkan pengalaman liminal. Kata kunci: liminalitas, memori kehilangan, Gestalt Closure, seni lukis, hauntologi

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsNIM/NIP/NIDN/NIDK/NUPTK
Prastyo, Gumilang Budinim241596411
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK/NUPTK/NIM/NIP
ContributorTunnikmah, Nadiyahnidn0012047906
Department: KODEPRODI91101#SENI
Uncontrolled Keywords: liminalitas, memori kehilangan, Gestalt Closure, seni lukis, hauntologi
Subjects: Seni Murni > Seni Lukis
Divisions: Pascasarjana > S2 Studi Penciptaan dan pengkajian seni
Depositing User: Gumilang Budi Prastyo
Date Deposited: 25 Jun 2026 06:23
Last Modified: 26 Jun 2026 04:14
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24453

Actions (login required)

View Item View Item