Politik Keaslian Sapeq dalam Komodifikasi Kebudayaan Dayak dan Peminggiran Ruang Hidup Masyarakat Dayak

Putra, Bayu Arsiadhi (2026) Politik Keaslian Sapeq dalam Komodifikasi Kebudayaan Dayak dan Peminggiran Ruang Hidup Masyarakat Dayak. Doctoral thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img] Text
Bayu Arsiadhi Putra_2026_Fullteks.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (9MB)
[img] Text
Bayu Arsiadhi_2026_Bab I.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Bayu Arsiadhi_2026_Bab V.pdf

Download (615kB)
[img] Text
Bayu Arsiadhi_Surat Pernyataan Publikasi_2026.pdf

Download (256kB)
[img] Text
Bayu Arsiadhi_Lampiran_2026.pdf

Download (754kB)
Official URL: http:// lib.isi.ac.id

Abstract

Disertasi ini mengkaji politik keaslian musik sapeq di tengah masifnya komodifikasi kebudayaan dan peminggiran ruang hidup masyarakat Dayak. Penelitian kualitatifetnografis ini bertujuan membongkar hal mendasar yang dipertaruhkan di balik klaim keaslian serta produksi keaslian di wilayah pedalaman (Mahakam Ulu) dan perkotaan (Samarinda) dengan menggunakan pisau analisis teori kritis-biopolitik (Empire, Multitude, The Common) Michael Hardt-Antonio Negri serta konsep Musicking Christopher Small. Hasil penelitian menunjukkan keaslian sapeq beroperasi dalam dua lapisan yang saling berdialektika. Di pedalaman Mahakam Ulu, keaslian bekerja sebagai praktik struktural laten dan alat solidaritas melalui Grup Sapeq Pemuda Daerah (GSPD). Wacana “Pemuda Daerah” digunakan secara taktis sebagai tameng inklusif guna merebut legalitas birokrasi pemerintahan, sementara keanggotaannya dikunci eksklusif bagi etnis Dayak untuk menyembuhkan keretakan sosial akibat sengketa batas lahan 3.000 hektar yang dipicu penetrasi perusahaan kayu PT RMTK. Sebaliknya, di perkotaan Samarinda (Loa Gagak), keaslian bertransformasi menjadi praktik pendisiplinan yang kaku di bawah kendali pelatih Jueng. Melalui taktik “ketidakaslian strategis” (strategic inauthenticity)—seperti kontrol suara ketat, kepura-puraan taktis (miming), serta peniruan melodi secara mekanis—komunitas urban Dayak menolak imaji eksotisme pariwisata. Disertasi ini menyimpulkan bahwa klaim keaslian sapeq bukan sekadar pelestarian seni yang romantis, melainkan sebuah instrumen politik pertahanan immaterial yang cerdik oleh Multitude untuk merebut kembali kedaulatan atas ruang hidup (Tanaq Peraa) dan memagari kekayaan bersama (the common) dari penundukan total Empire. Kata Kunci: Politik Keaslian, Sapeq, The Common, Multitude, Kedaulatan Sonik.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Creators:
CreatorsNIM/NIP/NIDN/NIDK/NUPTK
Putra, Bayu Arsiadhinim2130149512
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK/NUPTK/NIM/NIP
ContributorDjohan, Djohannip196112171994031001
Department: KODEPRODI91101#PENCIPTAANDANPENGKAJIANSENI
Uncontrolled Keywords: keaslian,multitude,musik sapeq,empire
Subjects: Etnomusikologi
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Musik
Depositing User: Bayu Arsiadhi Putra
Date Deposited: 06 Jul 2026 07:16
Last Modified: 08 Jul 2026 04:13
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24519

Actions (login required)

View Item View Item