Mumpuni, Dani (1998) Spesifikasi Adegan Kesurupan Dalam Pertunjukan Kuda Lumping. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Bab I.pdf Download (6MB) |
|
|
Text
Bab IV.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Full Teks.pdf Restricted to Repository staff only Download (21MB) | Request a copy |
Abstract
Tari Kuda Lumping merupakan salah satu jenis tari kerakyatan yang berkembang di daerah Kebumen dan sekitarnya. Tari Kuda Lumping juga merupakan tari kerakyatan yang digemari masyarakat Kebumen, bahkan sampai sekarang masih tetap dilestarikan. Berbicara tentang seni tari Kuda Lumping tidak akan terlepas dengan adegan kesurupan karena marupakan suatu bagian penting dalam struktur pertunjukan Kuda Lumping secara kesaluruhan. Kasenian Kuda Lumping sebagai produk budaya diciptakan hanya mamenuhi kebutuhan fisik maupun jasmani, namun juga barkaitan dangan latar belakang geografis daerah pendukungnya . Bagi masyarakat Kebumen sabagai pelaku budaya meraka manggunakan Kuda Lumping untuk kegiatan adat separti pasta perkawinan, bersih desa, dan lain-lain. Pementasan kesenian Kuda Lumping sebagai sarana hiburan, biasanya dilaksanakan pada siang hari yang terdiri dari dua babak antara lain l ) Jogedan yaitu, penyajiannya hanya gerak-gerak yang diiringi oleh iringan yang ada. 2) Jogedan yang dilanjutkan dengan kesurupan yaitu penyajian jogedan yang diakhiri adegan kesurupan . Setiap babak dalam pertunjukan Kuda Luming bentuknya adalah sama, namun di sini hanya akan dipaparkan babak akhir dari pertunjukan Kuda Lumping yaitu adegan kesurupan, karena penelitian ini menekankan pada kajian Spesifikasi Adegan Kesurupan Kuda Lumping. Tari Kuda Lumping belum diketahui dengan pasti awal terciptanya, yang jelas tari ini lahir pada tahun 70-an di daerah Kebumen, tepatnya desa Kalipurwa, Kuarasan, kabupanten Kebumen. Tari Kuda Lumping lahir sebagai akibat dari tuntutan masyarakat pendukungnya agar pertunjukan lebih menarik, membangkitkan suasana dan sebagai tanda bahwa pertunjukan Kuda Lumping akan berakhir. Adegan kesurupan merupakan pertunjukan yang dilakukan oleh seorang penari putra karena dianggap lebih aman, dan akan lebih menarik penonton. Pengertian aman dan menarik mengandung beberapa kemungkinan yaitu: - Seorang laki-laki dianggap kuat - Sudah dianggap/diakui sebagai senior - Sudah dikenal akan spesifikasinya dan merupakan primadonanya. Bentuk spesifikasi adalah setting palang dan lais yang digunakan oleh penari Kuda Lumping yang kesurupan mengkhususkan diri dari yang lainnya dikarenakan indang dalam kepercayaannya selalu tetap. Inilah yang menyebabkan terjadinya spesifikasi dalam adegan kesururpan Kuda Lumping desa Kalipurwa.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91231#SENITARI | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Adegan Kesurupan , Kuda Lumping | |||||||||
| Subjects: | Tari > Pengkajian Tari | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Pengkajian) | |||||||||
| Depositing User: | susilo SW wati | |||||||||
| Date Deposited: | 24 Jul 2026 06:28 | |||||||||
| Last Modified: | 24 Jul 2026 06:28 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24560 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
