Anwar, Muhtamil (2002) Studi Tentang Positioning Permen Sensor Ditinjau Dari Efektifitasnya Dalam Menciptakan Diferensiasi Merek. Skripsi thesis, Intitut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Bab I.pdf Download (19MB) |
|
|
Text
Bab V.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
Full Teks.pdf Restricted to Repository staff only Download (104MB) | Request a copy |
Abstract
Positioning sebagai salah satu aspek penting dalam komunikasi periklanan, ternyata tidak hanya dituntut untuk mampu menarik perhatian atau unik secara verbal, tetapi ada hal penting yang lebih mendasar. Positioning harus mampu membentuk suatu image yang berbeda dalam persepsi target audiencenya. Perbedaan tersebut harus mencerminkan subtansi produk, yang benar-benar secara jelas bisa dimengerti, dan dirasakan manfaat atau perbedaannya oleh audience. Diferensiasi yang diciptakan seharusnya tidak bias dan memiliki relevansi yang cukup signifikan antara kategori produk yang ditawarkan dengan kebutuhan utama target market terhadap kategori produk tersebut. Positioning sebagai salah satu aspek penting dalam komunikasi periklanan, ternyata tidak hanya dituntut untuk mampu menarik perhatian atau unik secara verbal, tetapi ada hal penting yang lebih mendasar. Positioning harus mampu membentuk suatu image yang berbeda dalam persepsi target audiencenya. Perbedaan tersebut harus mencerminkan subtansi produk, yang benar-benar secara jelas bisa dimengerti, dan dirasakan manfaat atau perbedaannya oleh audience. Diferensiasi yang diciptakan seharusnya tidak bias dan memiliki relevansi yang cukup signifikan antara kategori produk yang ditawarkan dengan kebutuhan utama target market terhadap kategori produk tersebut. Berdasarkan dari hasil kajian yang komprehensif, meliputi kajian literatur dan kajian berdasarkan studi dilapangan maka dapat disimpulkan bahwa positioning iklan permen Sensor dapat dikatakan sangat kurang efektif. Sehingga hipotesis 1 yang mengatakan bahwa penggunaan positioning "Sensor Rasa-rasanya Luar Biasa", kurang efektif dalam menciptakan diferensiasi yang jelas dan dianggap penting oleh anak, sehingga kurang mampu mempengaruhi motivasi mereka untuk membeli produk permen Sensor. Terbukti kebenarannya. Setelah menganalisa teori-teori yang berkaitan dengan positioning, serta kemampuan anak dalam menangkap sebuah ungkapan, maka dapat disimpulkan bahwa positioning terutama untuk sasaran audience anak harus berdasarkan sesuatu yang konkrit dan langsung bisa dimengerti. Karena kemampuan anak dalam menguasai arti sangat terbatas. Anak-anak cenderung menangkap hal-hal berdasarkan apa yang terlihat dan tidak menangkap arti yang tidak terlihat. Bila artinya halus dan kiasan, anak yang lebih besarpun biasanya tidak menangkapnya. Untuk itu bisa disimpulkan bahwa hipotesis 2 yang menyatakan bahwa format iklan permen Sensor yang ditayangkan oleh media televisi kurang efektif dalam mengkomunikasikan positioning permen Sensor. Sehingga diferensiasi produk kurang ditangkap secara maksimal oleh audience Terbukti kebenarannya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI90241#DESAINKOMUNIKASIVISUAL | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | positioning, permen Sensor, diferensiasi merk | |||||||||
| Subjects: | Disain > Disain Komunikasi Visual | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Rupa > Jurusan Disain > Disain Komunikasi Visual | |||||||||
| Depositing User: | sugeng SW wahyuntini | |||||||||
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 03:36 | |||||||||
| Last Modified: | 27 Jul 2026 03:39 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24625 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
