Pujihastuti, Titis (1999) Ringkasan Pertunjukan Kesenian Kenthiwaru Dalam Rangkaian Upacara Ritual Srimulih. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Bab I.pdf Download (9MB) |
|
|
Text
Bab IV.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
Full Teks.pdf Restricted to Repository staff only Download (32MB) | Request a copy |
Abstract
Awal kesenian "Kenthiswaru" dipakai sebagai sarana upacara adat yang berkaitan dengan budaya pertanian. Dalam perkembangan saat ini, kesenian Kenthiswaru juga dipakai sebagai hiburan atau tontonan dan sarana memperoleh penghasilan tambahan. Hingga saat ini, kesenian Kenthiswaru berfungsi sebagai sarana upacara dan sarana hiburan. Keberadaannya didukung oleh kepercayaan masyarakat pendukungnya terhadap mitos Dewi Sri yang dipercaya sebagai Dewi Kesuburan. Latar belakang keberadaan kesenian Kenthiswaru juga sebagai salah satu simbol kebanggaan dan simbol prestise kewibawaan Dusun Waru. Pertunjukan kesenian Kenthiswaru diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian upacara "Srimulih". Upacara ini merupakan prosesi pengambilan padi dari ladang menuju rumah untuk disimpan dalam lumbung atau "gledheg". Sampai sekarang pertunjukan kesenian Kenthiswaru dalam upacara ritual Srimulih masih dilakukan oleh warga masyarakat Girisekar. Hal itu antara lain disebabkan oleh adanya kepercayaan masyarakat terhadap mitos Dewi Sri dan kepercayaan terhadap kesenian Kenthiswaru sebagai salah satu kesenian warisan nenek moyang yang ada di Dusun Waru. Dengan memakai konsep "Radcliffe-Brown" sebagai dasar analisis fungsi dan peranan kesenian Kenthiswaru bagi masyarakat Girisekar, diperoleh kenyataan bahwa dalam kedudukannya sebagai sarana upacara ritual Srimulih, kesenian Kenthiswaru memegang peranan religius dan ritual. Kesenian Kenthiswaru dipercaya sebagai sarana ritual kesuburan dan sarana berkomunikasi dengan dunia gaib untuk memperoleh keselamatan selama pengambilan padi dari ladang dibawa ke rumah, kemudian disimpan dalam lumbung atau "gledheg". Sementara dalam peran sosialnya, kesenian Kenthiswaru dipakai sebagai alat untuk mempererat solidaritas, sarana pergaulan, pendidikan, dan hiburan. Sebagai bagian integral kehidupan sosial budaya masyarakat Girisekar, kesenian Kenthiswaru menunjukkan adanya jalinan makna yang terkait dengan maksud dan tujuan penyelenggaraannya. Hal itu tercermin melalui berbagai kegiatan yang menyertainya, seperti penyediaan sesaji, berdoa di tempat "punden" (tempat yang dipercaya oleh masyarakat setempat sebagai tempat yang dikeramatkan), serta pembacaan mantra pada saat pengambilan padi. Semua kegiatan ini menjadi satu kesatuan sebagai sarana untuk memperoleh keselamatan bagi orang-orang yang menyelenggarakan upacara tersebut.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Department: | KODEPRODI91231#SENITARI | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Kesenian Kenthiwaru, Upacara Ritual, Srimulih | ||||||
| Subjects: | Tari > Pengkajian Tari | ||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Pengkajian) | ||||||
| Depositing User: | susilo SW wati | ||||||
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 07:14 | ||||||
| Last Modified: | 27 Jul 2026 07:14 | ||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24664 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
