Purwantari, Anik (2004) Analisis Karakter Tokoh Wayang Wong Menak di Dusun Tutup Ngisor Desa Sumber Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Bab I.pdf Download (11MB) |
|
|
Text
Bab V.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Full Teks.pdf Restricted to Repository staff only Download (57MB) | Request a copy |
Abstract
Kehadiran Wayang Wong Menak merupakan salah satu dari keanekaragaman kesenian rakyat tradisional yang muncul sebagai kreativitas manusia. Kesenian tersebut merupakan hasil transforrnasi budaya yang bersifat "meniru" dan tumbuh di lingkungan pedesaan yang mempunyai gaya ungkap, ekspresi serta karakter berbeda. Perbedaan bentuk dan karakter pada kesenian Wayang Wong Menak oleh karena kesenian itu berada, hidup dan berkembang di alam lingkungan pedesaan yang serba sederhana sesuai dengan kemampuan berfikir masyarakat setempat (local genius) sebagai pemilik budaya. Kesenian tersebut sampai sekarang masih dipentaskan secara rutin setiap setahun sekali sebagai pentas wajib di Dusun Tutup Ngisor, Desa Sumber, sesuai dengan tradisi yang dimiliki oleh masyarakat setempat. Kesenian Wayang Wong Menak memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu fungsi sosial dan tontonan. Perkembangan yang tidak begitu mencolok terjadi pada aspek tata rias dan busananya. Dewasa ini kesenian Wayang Wong Menak belum mengalami perkembangan pada aspek gerak, hal ini disebabkan tidak adanya pelatih khusus yang didatangkan untuk menangani masalah gerak tari serta yang mengetahui aturan-aturan gerak tari Jawa. Pada pertunjukan Wayang Wong Menak di Dusun Tutup Ngisor dalam lakon Pedhang Kangkam Pamor Kencono terdapat beberapa karakter yang divisualisasikan melalui tokoh-tokohnya dituangkan melalui teknik gerak, tata rias dan busana yang juga mencakup tentang fisionomi, bentuk ragawi penari, maupun dialog yang digunakan. Penggambaran karakter tersebut yaitu karakter puteri lanyap atau hranyak, karakter putera halus luruh, karakter putera halus lanyap atau branyak, karakter putera gagah dan karakter khusus, yaitu punakawan. Penggambaran karakter tokoh masih tetap disesuaikan dengan ekspresi budaya masyarakat Tutup Ngisor scbagai masyarakat yang hidup di lingkungan pedesaan. Kesenian Wayang Wong Menak sampai sekarang masih mampu dilestarikan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Kenyataan ini membuktikan bahwa masyarakat Desa Sumber, khususnya Dusun Tutup Ngisor masih membutuhkan kehadiran kesenian Wayang Wong Menak. Kebutuhan ini selain sebagai tontonan yang menghibur, juga sebagai usaha pemenuhan bakti kepada perintisnya. Kesenian itu masih mempunyai kedudukan yang penting dalam masyarakat Tutup Ngisor. Tradisi pertunjukan Wayang Wong Menak sebagai ekspresi budaya masyarakat Tutup Ngisor tetap dilestarikan oleh para penerusnya yang disesuaikan dengan pemikiran masyarakat pendukungnya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91231#SENITARI | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Analisis karakter, Tokoh Wayang Wong Menak, Dusun Tutup Ngisor | |||||||||
| Subjects: | Tari > Pengkajian Tari | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Pengkajian) | |||||||||
| Depositing User: | susilo SW wati | |||||||||
| Date Deposited: | 27 Jul 2026 07:48 | |||||||||
| Last Modified: | 27 Jul 2026 07:48 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24670 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
