Retno Wulandari, Sri (1992) Sampar. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Full Teks.pdf Restricted to Repository staff only Download (31MB) | Request a copy |
|
|
Text
Bab I.pdf Download (8MB) |
|
|
Text
Bab IV.pdf Download (1MB) |
Abstract
Dari membaca buku yang berjudul La Peste, yang berarti Sampar karangan Albert Camus timbul gagasan untuk menuangkan inspirasi ke dalam satu bentuk garapan tari dramatik. Garapan dengan judul Sampar, merupakan garapan yang mengetengahkan seseorang yang karena penyakitnya terasingkan, serta terkucilkan dari lingkungan masyarakat. Sebaliknya penderita tersebut sangat ingin bergabung serta beradaptasi dengan lingkup kehidupan masyarakat lainnya. Anggapan masyarakat sejak dahulu bahwa, penyakit Sampar merupakan akibat dosa besar yang telah dilakukannya dan sangat menular. Tetapi kebenaran medis berbicara lain, Sampar bukan penyakit menular sehingga layak bergabung serta beradaptasi dengan masyarakat lainnya . Dengan berpijak pada gerak-gerak be bas dalam jangkauan penata tari yang telah disusun dan diolah serta disesuaikan dengan kemampuan dan daya kreativitas yang dimiliki penata tari . Tata rias tidak membedakan antara penari satu dengan yang lainnya, tetapi hanya mempertegas garis-garis wajah. Sedangkan tat a busana dominan warna hitam sebagai simbol kesedihan dan pende ritaan. Iringan menggunakan berbagai kaset yang telah dipilih dan ditetapkan sebagai ilustrasi yang akan menopang suasana-suasana dalam kesatuan secara keseluruhan garapan tari. Garapan ini menggunakan panggung prosenium dengan jumlah penari 7 (tujuh) orang, terdiri dari : 4 (empat) penari putra, 3 (tiga) penari putri. Menggunakan setting ranting-ranting kering dipasang terbalik dan trap bertumpuk berbentuk persegi empat panjang bertumpuk dua, dengan ending daun- daun yang berguguran bersamaan ranting-ranting patah tangkainya kemudian langsung jatuh. Proses garapan ini melalui beberapa tahap, seperti : eksplorasi atau penjajagan terhadap materi gerak . improvisasi yai tu gerak spontan yang sudah termoti vasi, dan komposisi adalah menyusun serta mengarah pada pembentukan, serta evaluasi secara keseluruhan dari awal sampai akhir hingga tersajikan. Metode yang dipergunakan adalah yang dikemukakan oleh Jacqueline Smith yang dirasa lebih mudah penyampaiannya pada penari. Untuk lebih mempermudah mempelajari telah disertakan beberapa lampiran serta istilah tari, tata cahaya, dan uraian motif gerak serta pola lantai . Dengan kesimpulan yang mengupas tentang kesulitan serta permasalahan-permasalahan sampai pada pemecahannya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91231#SENITARI | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Komposisi tari sampar | |||||||||
| Subjects: | Tari > Penciptaan Tari | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Penciptaan) | |||||||||
| Depositing User: | Bandono BD Bandono | |||||||||
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 05:50 | |||||||||
| Last Modified: | 28 Jul 2026 05:50 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24751 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
