Gamelan Balaganjur Bebonangan sebagai Pengiring Upacara Catur Yadnya dalam Kehidupan Masyarakat Bali

Subhakti, I Wayan (1991) Gamelan Balaganjur Bebonangan sebagai Pengiring Upacara Catur Yadnya dalam Kehidupan Masyarakat Bali. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img] Text
Full Teks.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (59MB) | Request a copy
[img] Text
Bab I.pdf

Download (11MB)
[img] Text
Bab IV.pdf

Download (2MB)
Official URL: https://lib.isi.ac.id

Abstract

Gambelan Balaganjur Bebonangan merupakan instrumen perkusi yang diambil dari gambelan Gong Gede. Sesuai dengan pembagian jaman dalam gambelan Bali, seperti: jaman tua, jaman madia dan jaman modern, Gong Gede dan Bebonangan diketahui ada pada jaman madia. Gambelan Balaganjur Bebonangan pada prinsipnya sebagai pengiring upacara dalam perjalanan, sesuai dengan namanya. ~ adalah sekumpulan orang - orang, ganjur adalah perjalanan dan bebonangan adalah nama instrumen pencon, yang bentuknya hampir menyamai bonang Jawa. Dengan demikian Balaganjur Bebonangan diartikan .- B.ekwnpulan orang yang memukul instrumen sambil berjalan • . Hal ini dibuktikan bahwasannya sampai sekarang ini gambelan Balaganjur sebagai pengiring upacara dalam perjalanan ke-empat upacara, yang disebut dengan Upacara Catur Yadnya. Catur adalah empat dan yadnya adalah persembahan, jadi empat upacara persembahan seperti: upacara Bhuta Yadnya, Manusa Yadnya, Pitra_ Yadnya dan upacara Dewa Yadnya. Di Bali ada tiga macam Balaganjur yaitu Balaganjur Bebatelan, Balaganjur ponggangan dan Balaganjur Bebonangan. Masyarakat awam hanya menyebutkan dengan Balaganjur, bahkan dalam bahasa sehari-hari mereka menyebutkan dengan Bleganjur. Dalam hal ini gambelan Balaganjur memiliki fungsi sebagai pengiring dalam setiap Upacara, seperti: pada upacara Bhuta Yadnya, yaitu Upacara korban suci untuk para Dhuta tala. (merarll), selain sesajen, Balaganjur berfungsi menghibur para bhuta ~ (~l abain ), dengan harapan mereka tidak akan - mengganggu ketenangan hidup manusia. Pada upacara Manusa Yadnya yaitu korban suci yang tuIus iklas untuk keselamatan keturunan serta kesejahtraan manusia, yang biasanya dilaksanakan di ~ untuk iringan ~ gayot, Balaganjur berfungsi menunjukan kewibawaan dari sebuah upacara dan orang yang diupacarai. Selanjutnya pada upacara Pitra Yadnya yaitu korban suci yang tulus iklas kepada Ieluhur dengan memujakan keselamatannya diakhirat, fungsi Balaganjur adalah memberi semangat bagi para pendukung -_,upacara, terutama pengusung bade Cwadah) yang berisi mayat dari rumah duka sampai ke tempat pembasmian atau kuburan. Pada upacara melasti yang tergolong Upacara Dewa Yadnya yaitu korban suci dengan tulus iklas kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, dalam perjalanannya menuju sumber air suci, Balaganjur dalam iringan upacara ini berfUngsi menunjukan sua sana keagungan dari para Dewa, di samping memberikan semangat bagi para pendukungnya. Upacara melasti ini biasanya diadakan beberapa hari sebelum hari raya Nyepi. Selain Balaganjur ada juga masyarakat yang mengatakan dengan Kalaganjur, terutama di daerah Karangasem. Kalaganjur terbagi atas dUa kata yaitu ~ dan ganjur. ~ adalah butan atau bhuta ~ dan ganjur seperti di atas diartikan perjalanan. Jadi arti Kalaganjur secara umum bagi masyarakat pendukungnya adalah suatu gambelan sebagai pengiring upacara mecaru atau Bhuta Yadnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Creators:
CreatorsNIM/NIP/NIDN/NIDK/NUPTK
Subhakti, I Wayannim8610076012
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK/NUPTK/NIM/NIP
ContributorSenen, I Wayannip
ContributorC. Sumarni, C. Sumarninip
Department: KODEPRODI91201#ETNOMUSIKOLOGI
Uncontrolled Keywords: Gamelan upacara catur Nyadnya, Bali
Subjects: Etnomusikologi
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Etnomusikologi
Depositing User: Bandono BD Bandono
Date Deposited: 28 Jul 2026 08:01
Last Modified: 28 Jul 2026 08:01
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24778

Actions (login required)

View Item View Item