Analisis "Lakon" Karya Trisutji Kamal

Sri Hartati, R.A. Dinar (1991) Analisis "Lakon" Karya Trisutji Kamal. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img] Text
Full Teks.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (30MB) | Request a copy
[img] Text
Bab I.pdf

Download (6MB)
[img] Text
Bab IV.pdf

Download (1MB)
Official URL: https://lib.isi.ac.id

Abstract

Terciptanya karya "Lakon" ini berdasarkan pengamatan dan pengalaman dalam masalah kehidupan manusia pada khususnya. Lakon dapat berarti sandiwara atau perjalanan. Di sini yang dimaksud adalah perjalanan hidup manusia yang pada dasarnya bergelombang melalui proses yang tiada putusnya antara Cinta; Canda dan Tawa, Duka dan air mata serta Harapan dan Doa. Dalam hal ini komponis ingin menyampaikan secara spiritual bahwa hidup itu berkisar pengalaman-pengalaman dalam empat bagian tersebut. Tiap insan tidak akan luput dari pengalaman-pengalaman semacam. Ide-ide dari motif yang selanjutnya digarap menjadi tema mempunyai nafas kedaerahan yang di padu dengan bunyi- bunyi nada yang bernafas Islam. Hal ini merupakan suatu usaha untuk mencapai warna yang bersifat sangat pribadi di samping usaha pendekatan dan memadukan beberapa ragam seni bunyi. Karya ini tidak berpretensi menentukan suatu sikap dari gaya musikal tertentu, hanya suatu ungkapan mendalam dari pengalaman-pengalaman manusia. Teks untuk vokal sangat sederhana agar jelas maksud dan maknanya. Konsep penggarapan karya ini terbagi dalam empat bagian dengan judul masing-masing "Cinta", "Canda dan Tawa", "Duka dan air mata" serta "Harapan dan Doa". Karya ini di garap untuk 2 piano (vleugel) yang memerlukan 3 pianis (I, II, III) dengan formasi pianis I pada vleugel 1 dan pianis II-III pada vleugel 2 ( Quattre mains). Permainan piano merupakan peran utama yang di padu dengan paduan suara wanita (3 suara). Keterlibatan pianis I dan III dalam permainan alat-alat perkusi berupa trees, Egyptian bells, rebana, gong dan pianis 2 memukul dawai dengan penabuh gong serta glissandi dengan drumstick atau karton pad a register tinggi adalah termasuk hal-hal di luar kebiasaan. Di beberapa tempat pianis I dan II mendapat kesempatan berimprovisasi sedikit atas nada-nada yang sudah ditentukan. Berikut ini akan diberikan gambaran secara singkat tentang ke empat bagian tersebut. A. Cinta. Bunyi bell trees oleh pianis I membuka tabir bunyi-bunyian sebagai pencipta suasana terjadinya dan lahirnya 'rasa' yang sangat pribadi, abstrak dan penuh misteri, di susul pemukulan dawai-dawai dari register rendah dengan penabuh gong oleh pianis III disambut akur disonan oleh pianis II, dan akhirnya terjadi dialog antara perkusi dan piano. Di beberapa tempat terdapat improvisasi atas nada-nada yang telah ditentukan, improvisasi ini dimainkan oleh piano I dan II silih berganti. Kemudian dilanjutkan oleh hadirnya sebuah tema yang anggun pada piano I diiringi oleh motif ritmis ostinato yang bersifat membuai oleh piano III, yang kemudian tema diambil alih piano II sedangkan piano I berimprovisasi. Koor bernyanyi dengan teks berikut: Cinta itu suci Cinta itu sunyi - Cinta itu murni - Cinta itu bhakti abadi Tema awal dikembangkan hingga terjadi semacam dialog kontrapungtis antara piano I, II, III. Sebelum pada akhirnya koor mengaksentuir makna dari teks dengan motif yang bersifat recitatif. Dialog antara piano dan perkusi mengundang kembali suasana awal. B. Canda dan Tawa. Piano III mengawali iringan dengan motif jenaka yang bersifat ostinato mendasari seluruh bagian ini. Sebuah tema yang jenaka hadir pada birama 4 mengakibatkan efek disonan lebih digaris bawahi, piano II berpacu pada birama 8 dengan interval 5 di bawah piano I, menjadikan disonan suatu ungkapan total yang dirinci secara terarah dalam bagian ini. Tema dikembangkan dalam dialog kontrapung antara tiga pianis, hanya menjelang akhir koor bersahut-sahutan hadir dengan teks: - Canda itu nikmat, tawa itu sehat - ha ••• ha ••• ha - Sehat nikmat, ya! C. Duka dan Airmata. Penggunaan clusters menjadi penting dipadu dengan glissandi vokal untuk mengutarakan atau mengekspresikan ratapan yang sangat pedih. Disusul bagian recitatif vokal yang ritmis dan silih berganti dengan iringan rebana. Teks dari koor tersebut adalah: - Duka itu pahit - Duka itu sakit - Duka itu kodrat ...: Duka itu berat Ratapan semacam vokalisi pa d a umumnya mengungke.pkan kepedihan yang diungkapkan melalui tangga nada minor, merupakan suatu kontras dengan recitatif sebelumnya dan sesudahnya. Akhirriya muncul sebuah keluhan 'Ah ••• '. D. Harapan dan Doa. Tema dengan penuh optimisme lang sung memasuki suasana, dikembangkan, diberi sentuhan rebana oleh pianis.I dengan tangan kiri sedangkan tangan kanan memainkan tema. l10tif rebana diambil alih tepuk tangan koor, yang dengan gairah dan gembira disahut dengan nyanyian 'la ••• la ••• la' dengan motif yang sama. Sementara antara pianis I, II, III terjadi penggabungan tema, ungkapan beberapa kebahagiaan yang absolute Sebuah jembatan dengan vokal 'A ••• ' kemudian menjadi 'Allahu Akbar', sebuah kontemplasi menuju ke bagian zikir 'Laailahaillallah' diiringi tema berdasarkan motif takbiran yang mengagungkan nama Tuhan. Bagian zikir yang bersifat ostinato berakhir serentak, dengan suatu pause sebagai pemecah bunyi sejenak sebelum tema 'Allahu Akbar' melanjutkan meditasi musika1nya hingga akhir. Dengan ana1isis dari karya ini dapat menjadi bahan ataupun masukan bagi komponis-komponis Indonesia yang lain untuk dapat menghasilkan suatu karya baru yang bermutu tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya bangsa.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Creators:
CreatorsNIM/NIP/NIDN/NIDK/NUPTK
Sri Hartati, R.A. Dinarnim8510001013
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK/NUPTK/NIM/NIP
ContributorR.M.A.P. Suhastjarja, R.M.A.P. Suhastjarjanip
ContributorC. Sumarni, C. Sumarninip
Department: KODEPRODI91221#SENIMUSIK
Uncontrolled Keywords: seni musik analisis, Trisutji Kamal
Subjects: Musik > Pengkajian seni musik (musikologi dan pendidikan musik)
Divisions: Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Musik
Depositing User: Bandono BD Bandono
Date Deposited: 29 Jul 2026 07:07
Last Modified: 29 Jul 2026 07:07
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24864

Actions (login required)

View Item View Item