Kwintanada, Kiki (2004) Eksistensi Musik Barat di Yogyakarta Sebelum Tahun 1950. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Bab I.pdf Download (7MB) |
|
|
Text
Bab IV.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
Full Teks.pdf Restricted to Repository staff only Download (34MB) | Request a copy |
Abstract
Yogyakarta sebagai salah satu pusat budaya Jawa mempunyai fakta sejarah yang sangat menarik. Dari kota ini banyak terjadi aktivitas seni-budaya dan melahirkan tokoh-tokoh seni-budaya. Aktivitas ini sudah terjadi sejak beberapa abad lampau dan mengalami perkembangan. Namun demikian harus diakui perkembangan ini terjadi karena faktor budaya lokal yang berinteraksi dengan budaya asing. Pengaruh Barat (Eropa) berawal sejak datangnya para pedagang Portugis yang kemudian disusul dengan hadirnya orang-orang Belanda pada akhir abad ke-16. Peninggalan pengaruh Barat tersebut sampai sekarang bisa kita saksikan dalam berbagai bentuk seni. Pengaruh ini terdapat di kota-kota besar dan istana-istana kerajaan. Dalam bidang seni pertunjukan khususnya musik di Yogyakarta bermula dari musik militer. Musik militer di Kraton Yogyakarta sudah muncul sejak masa pemerintahan Hamengku Buwono I (1755-1792). Di Kraton Yogyakarta terdapat beberapa komposisi gendhing atau lagu untuk mengiringi tari putri bedhaya dan srimpi yang menggunakan beberapa instrumen musik Barat seperti genderang, trombone, trompet dan kadang-kadang klarinet. Dalam perkembangannya karena faktor sosial-politik yang terjadi di kraton Jawa Tengah (Surakarta maupun Yogyakarta) aktivitas ber-musik Barat makin sering terjadi. Pelakunya bukan hanya orang asing namun juga Jawa dan Tionghoa. Bahkan di sebelah tirnur Kraton Yogyakarta terdapat Kampung Musikanan dahulu kompleks rumah abdidalem Musikan Kraton. Selain itu di Yogyakarta terdapat Orkes Kraton, Orkes Societeit, Orkes Radio, perkumpulan kesenian, ekstra-kurikuler musik di Seminari Canisius dan peranan toka-toko musik. Setelah era kemerdekaan, pada tahun 1952 sekolah musik formal yang pertama didirikan di Yogyakarta (SMIND). Faktor-faktor itulah yang mendukung Yogyakarta dikenal sebagai penghasil tokoh-tokoh dan pelaku di bidang musik hingga kini. Metode yang digunakan deskriptif-analisis dengan tekanan di studi kepustakaan, wawancara terbatas, disertai lampiran dokumentasi berupa beberapa foto dan brosur programa Orkes Societeit. Hasil kajian dan atau tugas akhir ini adalah deskripsi dengan judul Eksistensi Musik Barat di Yogyakarta Sebelum Tahun 1950 yang menjadi sumbangan disseminasi musik Barat di Yogyakarta.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91221#MUSIK | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Musik Barat di Yogyakarta | |||||||||
| Subjects: | Seni Musik | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Musik | |||||||||
| Depositing User: | isti IS suratmi | |||||||||
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 03:31 | |||||||||
| Last Modified: | 30 Jul 2026 03:31 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24923 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
