Mulya Suharja, Alex (1997) Perkembangan Fungsi Kesenian Selawat Angguk Hanggala Budaya di Dusun Kemiri, Purwobinangun, Pakem, Sleman. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Bab I.pdf Download (8MB) |
|
|
Text
Bab IV.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Full Teks.pdf Restricted to Repository staff only Download (30MB) | Request a copy |
Abstract
Selawat Angguk merupakan salah satu jenis kesenian rakyat yang berkembang di dusun Kemiri, Desa Purwobinangun, Keeamatan Pakem, Kabupaten Sleman . Pertunjukan Kesenian ini sangat digemari oleh masyarakat dusun Kemiri bahkan sampat sekarang masih tetap hidup dan berkembang. Pada awal keberadaannya, kesenian ini sebasai dakwah dalam penyebaran agama Islam, selanjutnya oleh masyarakat dusun Kemiri berfungsi sebasai sarana dalam upacara adat antara lain bersih desa, perkawinan dan sunatan. Hal ini karena masyarakat dusun Kemiri pada umumnya beranggapan bahwa fungsi kesenian tersebut selain sebagai sarana dalam upacara adat, juga dapat berfungsi sebagai sarana untuk seni dakwah yang berisikan suatu nasehat serta petunjuk kepada masyarakat untuk lebih berbuat kebaikan dan meninggalkan kejahatan. Pada mulanya KeBenian Selawat Angguk hanya merupakan syair-syair dari kitab Suci Al Qur-an dan kitab Berzanji yang dinyanyikan. Selanjutnya agar menarik minat masyarakat, maka kesenian ini ditambah dengan beberapa gerak. Kesenian tersebut ada di dusun Kemiri pada sekitar tahun 1918, pada waktu itu dipimpin oleh Setrodimedjo. Kesenian Selawat Angguk Manggala Budaya dapat dipentaskan baik siang maupun malam hari, tergantung pada masyarakat yang membutuhkan. Kesenian tersebut dilakukan oleh penari laki-laki, dan diiringi dengan dua buah alat musik yaitu Jedhor dan terbang. Tempat pementasannya dapat dilakukan baik dilapangan mupun di halaman rumah. Kesenian tersebut mengalami masa perkembangan dalam fungsinya mulai tahun 1991 hingga sekarang, yaitu yang semula sebagai sarana dalam upacara adat, sekarang berkembang sebagai menjadi seni hiburan , tetapi tidak meninggalkan nilai-nilai yang sudah ada, dalam artian bahwa fungsi semula masih sering dipertunjukkan. Kesenian ini mengalami perkembangan karena adanya beberapa faktor. Pertama, karena modernisasi yang semakin canggih, kedua, karena -pembinaan�pembinaan, baik dalam gerak maupun dari segi tata busana, maka kesenian ini tampak lebih indah dari pada sebelumnya. Dengan adanya beberapa faktor penyebab Kesenian Selawat Angguk Manggala Budaya mengalami perkembangan, maka dapat untuk mencapai keberadaan dan menjadikan kesenian tersebut lebih maju, terbukti karena kesenian Selawat Angguk ini sering ditampilkan pada acara-acara seperti memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, Festival Kesenian Yogyakarta, dan lain sebagainya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91231#SENITARI | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Kesenian Selawat, Angguk Hanggala Budaya,Dusun Kemiri | |||||||||
| Subjects: | Tari > Pengkajian Tari | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Pengkajian) | |||||||||
| Depositing User: | susilo SW wati | |||||||||
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 08:05 | |||||||||
| Last Modified: | 30 Jul 2026 08:05 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24966 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
