Suprapti, Hermin (1995) Makna Simbolis Kesenian Reog Bulkiyo di Desa Kemloko. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Bab I.pdf Download (10MB) |
|
|
Text
Bab IV.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Full Teks.pdf Restricted to Repository staff only Download (47MB) | Request a copy |
Abstract
Pada umumnya orang mengenal reog selalu diidentikkan dengan kesenian yang penarinya membawa kuda kepang dan salah satu dari mereka sampai in trance. Memang , Reog atau di Jawa Timur lebih dikenal dengan istilah jaranan banyak ditemui dalam bentuk pertunjukan arak-arakan yang terdiri dari beberapa penari kuda kepang, penari putri, penari barongan, dan penari topeng, yang disajikan dengan dilengkapi atraksi-atraksi yang sedikit tidak bisa diterima akal atau membahayakan. Seperti memakan pecahan kaca, mengupas kelapa dengan gigi atau bahkan tidur di atas bara api. Berbeda dengan daerah lain, di desa Kemloko kesenian reog yang ada bernafaskan agama Islam, dan dalam penyajian alur ceritanya menggunakan dua (2) tokoh. Kesenian reog itu bernama reog Bulkiyo yang diambil dari kitab Ambiya, yaitu nama salah satu pahlawan perang dalam pertempuran antara negeri Mesir dan negeri Tepas. Selain itu nama Bulkiyo juga diambil dari nama laskar Pangeran Diponegoro yang berasal dari desa Bagelen pada masa Perang Diponegoro tahun 1825-1830. Dari dua versi arti nama Bulkiyo itu sendiri, masyarakat desa Kemloko menganggap kehadiran kesenian reog Bulkiyo tetap mempunyai arti tersendiri bagi pola kehidupan mereka. Pada awal kehadirannya, kesenian reog Bulkiyo dipakai sebagai sarana upacara adat perkawinan dan bersih desa, di mana di dalam kesenian reog Bulkiyo itu mengandung ajaran pedoman hidup dan pandangan hidup manusia di dunia yang merupakan letak dasar keberadaan�nya. Namun dalam perkembangannya saat ini, kesenian reog Bulkiyo juga dipakai sebagai hiburan atau tontonan dan sarana untuk memperoleh penghasilan. Oleh sebab itu muncul gejala-gejala dalam kesenian reog Bulkiyo yang berkaitan dengan kompleksitas kehidupan masyarakat desa Kemloko. Keyakinan masyarakat terhadap adanya roh-roh nenek moyang atau leluhur dan awal kemunculan kesenian reog Bulkiyo mengakibatkan kesenian reog Bulkiyo hingga saat ini tetap dipakai sebagai sarana upacara. Hal ini menunjukkan adanya alam pikiran mitis pada masyarakat desa Kemloko. Dengan menggunakan klasifikasi simbol, Koentjaraningrat mengungkapkan klasifikasi simbol tersebut dalam beberapa kategori. Konsep ini sebagai dasar analisis simbol yang ada dalam kesenian reog Bulkiyo, hingga dapat dikatakan simbol yang ada dalam kesenian reog Bulkiyo, oleh masyarakat desa Kemloko dijadikan nilai-nilai yang terpola dalam kehidupan mereka. Nilai-nilai tersebut mengandung ajaran-ajaran pandangan hidup dan pedoman hidup manusia di dunia. Selain daripada itu pola konsep fungsi yang di�sampaikan Soedarsono dijadikan dasar dalam menganalisis fungsi dan peranan kesenian reog Bulkiyo bagi masyarakat desa Kemloko. Dari kenyataan dapat dikatakan bahwa dalam kedudukannya sebagai sarana upacara adat, kesenian reog Bulkiyo memegang peran religius-magis dan peran sosial yang sangat penting. Dalam peran religius-magis, kesenian reog Bulkiyo dipercaya sebagai sarana dalam upacara ritual perkawinan dan bersih desa. Upacara ini merupakan pengesahan upacara perkawinan dan bersih desa. Sedangkan dalam peran sosialnya, kesenian reog Bulkiyo berfungsi sebagai sarana hiburan atau tontonan dan sarana pergaulan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91231#SENITARI | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Makna simbolis, Kesenian, Reog Bulkiyo, Desa Kemloko | |||||||||
| Subjects: | Tari > Pengkajian Tari | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Tari > Seni Tari (Pengkajian) | |||||||||
| Depositing User: | susilo SW wati | |||||||||
| Date Deposited: | 31 Jul 2026 04:18 | |||||||||
| Last Modified: | 31 Jul 2026 04:18 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/25010 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
