Jamal Tistama, Caesar (2026) Implementasi Pendidikan Etika Dalam Gladhèn Beksa Di Kawedanan Kridhamardawa Keraton Yogyakarta. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Caesar Jamal Tistama_2026_FULL TEKS.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
||
|
Text
Caesar Jamal Tistama_2026_BAB I.pdf Download (798kB) | Preview |
|
|
Text
Caesar Jamal Tistama_2026_BAB PENUTUP.pdf Download (420kB) | Preview |
|
|
Text
Caesar Jamal Tistama_2026_LAMPIRAN.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
Caesar Jamal_2026_PERNYATAAN PERSETUJUAN-PUBLIKASI.pdf Restricted to Repository staff only Download (72kB) | Request a copy |
Abstract
Pendidikan etika di masyarakat masih menghadapi tantangan, karena pendidikan formal cenderung menitik beratkan pencapaian akademik. Oleh karena itu dibutuhkan media untuk meningkatkan pendidikan etika di Yogyakarta. Melemahnya sensitivitas etis dalam berbagai sektor kehidupan, Keraton Yogyakarta tetap konsisten menjaga tata nilai budaya melalui berbagai kegiatan tradisi, salah satunya gladhèn beksa sebagai bentuk pelatihan tari klasik. Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan tari, tetapi juga menjadi ruang pewarisan nilai-nilai unggah-ungguh yang terintegrasi dalam seluruh proses latihan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan etika dalam gladhèn beksa di Kawedanan Kridhamardawa Keraton Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menggali secara mendalam implementasi pendidikan etika dalam gladhèn beksa di Keraton Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian divalidasi menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Proses analisis menggunakan model Creswell melalui tahap pengorganisasian data, membaca keseluruhan temuan, melakukan koding, menyusun deskripsi tematik, menghubungkan antartema, dan menafsirkan makna fenomena sesuai kerangka analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan etika dalam kegiatan gladhèn beksa berlangsung secara implisit dan alami melalui mekanisme pemahaman, konsistensi dalam pendampingan, serta pembentukan sikap. Nilai-nilai etika tidak diajarkan secara eksplisit, tetapi diinternalisasi melalui tata busana, tata laku, tata sikap, disiplin waktu, pola komunikasi, serta penghormatan terhadap ruang dan perangkat budaya keraton. Pembiasaan yang berkelanjutan membentuk pemahaman dan sikap etis siswa beksa, seperti ketertiban, andhap asor, tanggung jawab, kontrol diri, dan sikap hormat. Dengan demikian, gladhèn beksa berfungsi sebagai ruang pendidikan etika berbasis budaya yang efektif meskipun tidak dirancang sebagai pembelajaran etika formal.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI88209#PENDIDIKANSENIPERTUNJUKAN | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | gladhèn beksa, pendidikan etika, Keraton Yogyakarta | |||||||||
| Subjects: | Pendidikan Seni Pertunjukan | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Pertunjukan > Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan | |||||||||
| Depositing User: | Caesar Jamal Tistama | |||||||||
| Date Deposited: | 13 Jan 2026 04:33 | |||||||||
| Last Modified: | 13 Jan 2026 04:33 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/22445 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
