Dwi Indriani, Salsabila (2025) Tata Kelola Arsip Video Betamax Dan Vhs Di Dinas Perpustakaan Dan Arsip Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DPAD DIY). Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
Salsabila Dwi Indriani_2025_FULL TEKS.pdf Restricted to Repository staff only Download (6MB) | Request a copy |
||
|
Text
Salsabila Dwi Indriani_2025_BAB I.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text
Salsabila Dwi Indriani_2025_BAB PENUTUP.pdf Download (71kB) | Preview |
|
|
Text
Salsabila Dwi Indriani_2025_PERNYATAAN PERSETUJUAN-PUBLIKASI.pdf Restricted to Repository staff only Download (232kB) | Request a copy |
Abstract
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Istimewa Yogyakarta (kemudian disingkat sebagai DPAD DIY) telah menyimpan arsip video Betamax dan VHS dalam jangka waktu lama. Arsip-arsip tersebut tidak mendapat tindakan perawatan dan alih media karena terkendala pada peralatan khusus yang sulit didapat. Sebagian arsip Betamax dan VHS telah dirawat sekaligus dialih mediakan di Arsip Nasional Republik Indonesia (kemudian disingkat sebagai ANRI). Namun, perawatan dan alih media di ANRI memerlukan biaya yang besar hingga membebani anggaran DPAD DIY. Hingga pada tahun 2024, DPAD DIY pertama kali mulai melakukan tindakan perawatan dan alih media terhadap arsip Betamax dan VHS secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan alasan tata kelola arsip video Betamax dan VHS dilakukan di DPAD DIY. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan wawancara, observasi, dan analisis dokumentasi digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Landasan teori yang digunakan sebagai pisau analisis adalah teori Arsip, Arsip Video, dan Manajemen Arsip. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses tata kelola arsip video Betamax dan VHS dilakukan melalui enam tahap, yaitu akuisisi arsip, pendataan arsip, perawatan arsip, alih media arsip, penyimpanan arsip, dan layanan arsip. Sebagai lembaga kearsipan daerah, arsip dikelola oleh DPAD DIY dengan mengikuti standar dari ANRI. Gap atau kesenjangan data dari DPAD DIY menunjukkan beberapa tahap masih belum dilakukan sesuai standar ANRI. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, seperti alat pemutar khusus yang baru tersedia sekarang serta alih media arsip yang masih belum selesai dikerjakan dan belum dapat dilayankan kepada publik.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI90302#TATAKELOLASENI | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Tata Kelola, Betamax, VHS, Arsip Video, DPAD DIY | |||||||||
| Subjects: | Tata kelola seni | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Rupa > Jurusan Tata Kelola Seni | |||||||||
| Depositing User: | Salsabila Dwi Indriani | |||||||||
| Date Deposited: | 13 Jan 2026 07:18 | |||||||||
| Last Modified: | 13 Jan 2026 07:18 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/22598 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
