Penciptaan “Selubung” Screendance Berdasarkan Cognitive Dissonance Penari Berhijab

Aga Sundjava, Prada (2026) Penciptaan “Selubung” Screendance Berdasarkan Cognitive Dissonance Penari Berhijab. Masters thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

[img] Text
Prada Aga Sundjava_ 2026_FULL TEKS.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy
[img] Text
Prada Aga Sundjava_ 2026_BAB 1.pdf

Download (984kB)
[img] Text
Prada Aga Sundjava_ 2026_BAB PENUTUP.pdf

Download (677kB)
[img] Text
Prada Aga Sundjava_2026_PERNYATAAN PERSETUJUAN-PUBLIKASI..pdf
Restricted to Repository staff only

Download (467kB) | Request a copy
Official URL: https://drive.google.com/file/d/1huH4vNnPO-8K858Md...

Abstract

Penelitian ini berangkat dari pengalaman personal penulis sebagai penari berhijab yang mengalami konflik identitas dalam praktik seni tari. Konflik muncul ketika kebutuhan berekspresi melalui tubuh berbenturan dengan nilai religius mengenai aurat, kesopanan, dan identitas muslimah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pengalaman cognitive dissonance pada penari berhijab dapat diterjemahkan ke dalam penciptaan karya screen dance berjudul Selubung. Penelitian ini menggunakan teori cognitive dissonance dari Leon Festinger untuk memahami konflik identitas, teori embodiment dari Thomas Csordas untuk membaca pengalaman tubuh secara lived body, serta teori screendance dari Douglas Rosenberg untuk memahami hubungan tubuh, kamera, dan visual sinematik dalam karya tari layar. Metode penelitian menggunakan pendekatan practice-led research dan artistic research dengan penulis sebagai subjek utama sekaligus koreografer dan performer. Data diperoleh melalui pengalaman personal, wawancara dengan tujuh penari berhijab dan tiga narasumber psikologi, kuesioner, observasi tubuh, dokumentasi proses kreatif, serta praktik jurnaling tubuh dan emosi selama tujuh hari. Proses penciptaan dilakukan melalui tahapan eksplorasi, jurnaling, evaluasi dan refleksi, serta improvisasi dan komposisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman cognitive dissonance tidak hanya hadir secara psikologis, tetapi juga muncul melalui tubuh berupa ketegangan gerak, perubahan pola napas, rasa cemas, dan keraguan identitas. Pengalaman tersebut diterjemahkan ke dalam karya screendance Selubung melalui eksplorasi tubuh, improvisasi gerak, visual jurnaling, penggunaan kain selubung sebagai simbol identitas, serta komposisi sinematografi berupa framing, close-up, pencahayaan, dan editing visual. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman personal dan konflik identitas dapat menjadi sumber penciptaan artistik dalam praktik screendance kontemporer.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsNIM/NIP/NIDN/NIDK/NUPTK
Aga Sundjava, Pradanim2421568411
Contributors:
ContributionContributorsNIDN/NIDK/NUPTK/NIM/NIP
ContributorIrawati, Elinidn0006118004
Department: KODEPRODI91101#MAGISTERPENCIPTAANDANPENGKAJIAN SENI
Uncontrolled Keywords: cognitive dissonance, embodiment, screendance, jilbab dan identitas muslimah.
Subjects: Tari > Penciptaan Tari
Divisions: Pascasarjana > S2 Studi Penciptaan dan pengkajian seni
Depositing User: PRADA AGA SUNDJAVA
Date Deposited: 25 Jun 2026 01:36
Last Modified: 25 Jun 2026 02:57
URI: http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24305

Actions (login required)

View Item View Item