Sukma Cakrawarti, Lindu (2026) Memperkuat Konflik Melalui Akting Pada Tokoh Utama Dalam Penyutradaraan Film Fiksi Pendek “Mission-X”. Skripsi thesis, Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
|
Text
LINDU SUKMA CAKRAWARTI_2026_FULL TEXT .pdf Restricted to Repository staff only Download (11MB) | Request a copy |
|
|
Text
LINDU SUKMA CAKRAWARTI_2026_BAB I.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
LINDU SUKMA CAKRAWARTI_2026_PENUTUP.pdf Download (469kB) |
|
|
Text
LINDU SUKMA CAKRAWARTI_2026_PERNYATAAN PERSETUJUAN-PUBLIKASI.pdf Restricted to Repository staff only Download (218kB) | Request a copy |
|
|
Video (TRAILER MISSION X)
view_usp=sharing Restricted to Repository staff only Download (73kB) | Request a copy |
Abstract
Film sebagai media audio visual memerlukan konflik yang kuat untuk membangun keterlibatan emosional penonton. Konflik tidak hanya hadir melalui skenario, tetapi juga perlu diwujudkan melalui akting yang mampu merepresentasikan kondisi psikologis tokoh secara meyakinkan. Dalam film fiksi pendek Mission-X, tokoh utama Mia mengalami konflik internal berupa dilema antara profesionalismenya sebagai agen intelijen dan ikatan emosionalnya sebagai kakak dari pelaku utama pembantaian di dunia virtual. Oleh karena itu, penyutradaraan aktor menjadi aspek penting dalam upaya memperkuat konflik yang dialami tokoh utama. Karya tugas akhir ini bertujuan untuk menerapkan penyutradaraan aktor sebagai strategi penguatan konflik pada tokoh utama dalam film fiksi pendek Mission-X. Metode penciptaan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu pra-produksi, produksi, dan pascaproduksi. Pada tahap pra-produksi, sutradara melakukan analisis karakter, casting, reading, pendalaman karakter, dan rehearsal. Tahap produksi difokuskan pada pengarahan ekspresi, gestur, intonasi, serta ritme permainan aktor untuk merepresentasikan perkembangan konflik tokoh. Tahap pascaproduksi dilakukan melalui proses seleksi adegan dan penyuntingan untuk menjaga kesinambungan emosi karakter. Konsep penyutradaraan aktor dalam karya ini mengacu pada teori penyutradaraan aktor Judith Weston, sistem pemeranan Konstantin Stanislavski, serta konsep konflik dramatik menurut Lajos Egri. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa penyutradaraan aktor berperan penting dalam memperkuat konflik dramatik tokoh utama. Transformasi emosi Mia dari sosok yang profesional, mengalami guncangan batin, hingga mengambil keputusan sebagai agen intelijen berhasil diwujudkan melalui pengolahan akting yang terarah. Dengan demikian, akting tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian dialog, tetapi juga menjadi medium utama dalam menghidupkan konflik dan membangun pengalaman emosional penonton terhadap cerita film Mission-X.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Department: | KODEPRODI91261#TELEVISI DAN FILM | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Penyutradaraan aktor, konflik, akting, film fiksi pendek, Mission-X. | |||||||||
| Subjects: | Televisi > Televisi | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Seni Media Rekam > Jurusan Televisi > Program Studi S1 Televisi | |||||||||
| Depositing User: | Lindu Sukma Cakrawarti | |||||||||
| Date Deposited: | 25 Jun 2026 07:21 | |||||||||
| Last Modified: | 25 Jun 2026 07:21 | |||||||||
| URI: | http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/24435 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
